Kamis, 28 April 2016

.

Hal yang tak sempat terungkap akhirnya kau ungkapkan
Bukankan hal itu sudah tak perlu lagi kau jelaskan?
Waktu telah berlalu
Kehidupan selalu berjalan
Bukankah sudah terlalu terlambat
Terlambat untuk mengobati lukaku...
Untuk menghentikan badai masa lalu ku...
Dan memoriku tidak pernah mengabaikannya

Kenangan indah saat kau menggenggam tanganku seakan...
Seakan kau tak ingin melepaskannya, kau takut kehilangannya.
Saat aku sudah bergantung padamu
Saat kaulah satu-satunya orang yang aku percaya
Kau melepaskan genggaman itu, 
Kau palingkan wajah dari pandanganku

Taukah kau
Dada ku sesak
Menahan kecewa, dan luka yang kau torehkan dihatiku
Hingga jiwaku pun tak mampu untuk menjelaskannya



Kamis, 03 Desember 2015

Takdir

Cerita ini dimulai ketika aku masih remaja. Remaja yang cenderung biasa saja, dan seakan tak peduli dengan orang di sekitarnya. Aku pernah mencintai tapi... ya mungkin hanya hati yang bekerja tetapi tidak dengan lidah. Aku tak mengerti kenapa lidah tak berani berkata ketika aku berusaha untuk mengungkapkannya. Mengungkapkan satu kalimat yang sederhana. "Aku Mencintaimu".

Bisa dibilang kau adalah cinta pertamaku. Karena tak ada satupun orang yang bisa membuatku selalu ingin melangkah, satu langkah lebih dekat kearahmu. Tapi ternyata cinta tak semudah itu. Terkadang cinta itu membuatku kebingungan, membuatku sedih, dan membuatku takut. Entah apa yang ada di pikiranku saat itu. Aku mulai menutup hatiku dan bilang "Aku Tak Pernah Mencintaimu".

Sampai akhirnya pun tiba saatnya kau dan aku akan terpisah. Aku tak bisa berbuat apa-apa. Penyesalan memang selalu datang terlambat. Seterlambatnya aku menyadari bahwa kamulah satu-satunya orang yang selalu menempati ruang kecil dihatiku. 

Kamu pun menghilang. Menghilang bersama kenangan-kenangan yang akupun tak tau harus dimana aku menempatinya. Kenangan indah kah atau malah kenangan yang menyedihkan? 

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Tahun-tahun pun berlalu dengan cepatnya. Aku telah tumbuh dewasa. Menjadi seorang perempuan yang ceria, blak-blakan dan selalu bisa membuat sahabatku tertawa. Berubah, aku telah berubah. Sifat masa bodoh ku seakan tenggelam dan lenyap.

Kemudian aku di takdirkan untuk jatuh cinta (lagi). Awalnya terasa sangat menyenangkan. Punya seseorang yang selalu memperhatikan ku, menasehatiku, dan mengajariku... Tapi ternyata dia jugalah yang membuat aku memahami akan pahitnya pengkhianatan. Betapa tak sopannya dia, berani membuat hati ini sakit tapi tak mengajari bagaimana cara menyembuhkannya. 

Tawa ku seakan dirampas. Kebahagiaan ku seakan terhempas.  Aku hanyalah seorang perempuan yang baru ingin melangkah mencoba mengerti arti cinta sejati. Jalan itu tak semulus yang aku perkirakan. Akhirnya aku pun terjatuh dan terluka. Sakit hati membuatku enggan untuk memulai hubungan yang baru. 

Awalnya aku sempat merasa kecewa kenapa Tuhan menciptakan hati kalau untuk dipatahin? Kata orang pelangi tidak akan pernah muncul jika tak ada hujan. Aku dengan penuh kesabaran menanti pelangi itu. Dan nyatanya penantian tidak pernah mengkhianati hasil. Aku menemukannya... pelangiku.

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Sabtu malam sepulang gereja. Ya aku selalu ingat hari dimana aku menemukan mu. Terekam jelas dalam memoriku. Pelangiku dia adalah cinta pertamaku. Ya kamu, seorang laki-laki yang tak pernah berpindah walau selangkah dari ruang hatiku. Sudah 3 tahun aku tak pernah melihatmu. Aku sontak terkejut karna kamu terlihat sangat berbeda dan aku hampir tak mengenalimu.

Aku baru tersadar ketika melihat mu memakan sebuah roti. Cara makan mu yang tak asing membuat aku mengenalimu. Tak sadar aku senyum-senyum sendiri sangkan bahagianya. Aku seperti habis menggalih dan mendapatkan harta karun.

Semakin hari hubunganku dengan mu semakin dekat. Aku takut aku akan kehilanganmu untuk kedua kalinya tanpa sempat mengatakan perasaan ku yang sesungguhnya. Rasa takut kehilangan itu membuatku berani untuk menyatakannya.

Kenyataan adalah kenyataan. Cinta bertepuk sebelah tangan adalah salah satu kenyataan yang paling pahit. Walaupun begitu entah kenapa aku selalu yakin bahwa kamulah orang yang selama ini aku cari. Penolakan tidak membuatku berhenti mencintaimu. Penolakan justru membuatku mencintaimu lebih dalam.

Dengan perjuangan yang tak mudah, akhirnya kamupun menoleh kepadaku. Penantian dan kesabaran itu...ternyata tidak percuma. Aku sangat bersyukur dapat memiliki mu. Takdir ternyata memilih untuk menyatukan kita. Kata-kata yang awalnya sulit aku ungkapkan, ternyata dapat aku ucapkan kepadamu setiap hari. Iya "Aku Mencintaimu". Jangan bertanya apakah aku bosan padamu. Aku mencintaimu dengan segenap hatiku. Aku telah mencintaimu sangat lama. Dan aku tak pernah bosan mencintaimu di setiap harinya. Kesetiaanku, tak perlu kau pertanyakan. Aku tak dapat berpaling darimu. Aku tak bisa sedikitpun menyakitimu. Melihatmu terluka tentu akan membuatku terluka jauh lebih dalam. :)

Jumat, 06 September 2013

Koleksi Eiffel Ku ♥

Hari ini aku mau bagiin foto koleksi-koleksi barangku menyangkut eiffel tower. check it out guys. :D

1. Eiffel Frame Kuning
    Frame eiffel kuning unyu ini aku dapetin waktu ulangtahunku ke 17th kemarin. Siapapun yang ngasih kado ini aku berterima kasih sekali. ♥

♥♥♥

2. Eiffel Frame Hitam

    Frame eiffel hitam ini aku dapetin waktu aku jalan-jalan sama mamaku. ♥

♥♥♥

3. Buku Bercover Eiffel Tower

    Buku bercover eiffel ini aku dapetin waktu aku jalan-jalan bersama teman-temanku. 

♥♥♥

4. Hardcase Eiffel Tower
    Hardcase ini cantik sekali, iya kan teman ? Tempat membelinya ada tuh di hardcasenya. Hehehe...

♥♥♥

5. Stickers Eiffel Tower


    Karna aku suka yang bertema vintage dan kebetulan di stickers itu ada eiffelnya jadi aku beli deh. ♥

♥♥♥

6. Kalung Eiffel Tower
    Kalung ini aku dapetin waktu aku ulangtahun ke 17th juga. Terima kasih yang memberikannya. :)

♥♥♥

7. Gelang Kaki Eiffel Tower
    Gelang kaki ini sebenernya udah aku dapetin dari lamaaa banget. 

♥♥♥

8. Cincin Eiffel Tower


♥♥♥

9. Gambar Eiffel Tower
    Gambar ini di gambar sama sahabatku. Namanya Virginia. I love it so much. ♥

♥♥♥

10. Gantungan Kunci Eiffel
    Ini sebenernya gantungan kunci loh. Tapi gantungannya hilang ga tau ke mana jadinya tinggal eiffelnya aja. Jadi kalo mau nyebutnya miniatur boleh juga sih. Hehe.

♥♥♥

11. Parfum

♥♥♥

12. Miniatur

♥♥♥

13. Craft Eiffel Tower
    Eiffel ini buatan tangan loh. Dibuat pake kertas foto gitu. Ini juga kado ulangtahunku ke 17th.

♥♥♥

14. Baju Eiffel

♥♥♥

15. Tas Eiffel

Nah itulah koleksi eiffel yang aku miliki sekarang. Terima kasih. :)

Sabtu, 23 Maret 2013

Kamar Ala Paris

Biasanya nih anak-anak remaja khususnya wanita pasti lagi pengen-pengennya desain kamarnya sendiri. Ya ga bisa dipungkiri mendesain kamar sendiri itu dianggap sangat menyenangkan. Well, well, well. Tadi admin jalan-jalan searching di google, ehh dapet beberapa foto kamar dengan ala-ala Paris gitu deh. Check it out guys.




Bisa dilihat dari gambar diatas, kebanyakan warna cat dinding / wallpaper yang di pakai untuk kamar diatas adalah Pink. Warna pink membuat kamar menjadi unyu dan feminim kan. Dipadukan juga dengan wallsticker yang mengingatkan kita akan keindahan Eiffel Tower dan keromantisan kota Paris. :D

Jumat, 20 Juli 2012

Eiffel, Tolong! 2 - From Paris to Eternity [novel]


  • Pengarang               :    Clio Freya
  • Genre                      :    Drama, Action
  • Tebal                       :    360 hlm ; 20 cm
  • Penerbit                   :    Gramedia
  • Harga                      :    38.000 IDR
  • Pertama terbit          :    2010
Setelah menyelesaikan “tugas” dari Andrew McGallaghan, Fay Regina Wiranata kembali ke Indonesia, kembali menjadi siswa SMA biasa. Tak secuil pun kisah serunya di Paris ia bocorkan kepada sahabat-sahabat dan orangtuanya.
Fay hampir yakin kehidupannya akan berjalan normal seperti biasa. Namun, ia mendapat kejutan lain yang mau tak mau menyeretnya kembali ke peristiwa di Paris: ia menjadi juara lomba mengarang berbahasa Prancis dengan hadiah kursus singkat selama satu minggu di Paris!
Yakin dirinya tidak pernah mengikuti lomba yang dimaksud, tambahan lagi berita itu disampaikan oleh Institute de Paris yang merupakan kedok penculiknya tahun lalu, Fay tahu ia tidak punya pilihan lain kecuali berangkat ke Paris memenuhi panggilan Andrew.
Hari-harinya ternyata berjalan lebih berat daripada yang ia sangka. Selain mendapatkan pengawasan dari rekan Andrew bernama Philippe Klaan yang sikapnya sangat tidak bersahabat, Fay juga harus menata kembali perasaannya kepada Kent, juga Reno.
Selesai melaksanakan tugas, hidup memberikan kejutan lain yang amat mengguncang Fay: pesawat yang ditumpangi kedua orangtuanya mengalami kecelakaan dan orangtuanya dikabarkan meninggal dunia. Fay harus membuat keputusan terberat dalam hidupnya: tetap di Jakarta dengan ketidakpastian akan masa depan, atau pergi ke Paris demi sebuah kepastian masa depan namun sekaligus membuatnya terpuruk sepanjang masa.
Review :
Cerita diawali dengan berakhirnya ujian akhir yang menandakan berakhirnya juga masa sekolah. Kini sahabat-sahabat Fay sedang meributkan kegiatan untuk liburan mereka. Fay yang memang tidak ada rencana untuk liburan kemana dikejutkan oleh sebuah surat yang berisi ucapan selamat karena berhasil memenangkan sebuah perlombaan mengarang berbahasa Prancis dengan hadiah mendapatkan kursus singkat selama satu minggu. Di dalam amplop itu juga disertakan tiket pesawat untuk hari berikutnya. Fay lemas seketika. Berkebalikan dengan orang tuanya yang senang setengah mati, apalagi karena kali ini orang tuannya akan bertugas ke Peru sehingga kepergian Fay ke Prancis akan mengurangi sedikit rasa bersalah mereka karena meninggalkan Fay seorang diri. Lagi.
Karena ini berarti panggilan dari Andrew, Fay tidak dapat menolak. Ia pun berangkat ke Paris. Sayangnya dalam pelatihan Fay, Andrew tidak mengawasinya, melainkan Philippe Klaan, rekan Andrew dan juga sepupunya. Ampun.. Baru pertama ketemu aja Philippe sudah menunjukkan rasa tidak suka pada Fay. Belum lagi pada saat itu juga Philippe memerintahkan Fay untuk turun dan kembali naik ke foyer Andrew melalui tangga darurat. Ke lantai enam belas! Gilak.. Aku ngebayangin kalo kuliah aja naik ke lantai empat udah ngos-ngosan minta ampun, apalagi ini lantai enam belas?! Wew.. Ampun-ampun..
Seperti yang sudah kita tahu, Andrew adalah pemegang kekuasaan tertinggi di kerajaan Llamar Corp. Ia juga pemimpin tertinggi di Core Operation Unit (COU), sebuah unit rahasia dengan kemampuan setara dengan badan intelijen negara maju. Sedangkan Philippe adalah Kepala Direktorat Unit Kontrol (Control Unit­―CU) di COU, yang bertanggung jawab atas semua masalah internal di COU, termasuk pelatihan dan perekrutan. Jadi tidak heran kalau ia menyuruh Philippe untuk mengawasi Fay selama ia pergi. Yang lebih mengejutkan bagi Philippe adalah Fay berada dalam observasi Andrew. Ternyata observasi ini adalah satu bentuk rekrutmen yang nggak biasa di COU. Sayangnya pilihan akhirnya antara penawaran atau kematian. Jadi kalo lolos ujian COU, pilihannya antara dia mau masuk atau menolak, yang itu berarti kematian. Nah loh..
Inilah yang menarik. Nanti Fay mengikuti berbagai macam ujian. Kasihan sebenarnya karena ia sungguh di desak oleh Philippe. Sedangkan Andrew kali ini berlagak sebagai ‘peri’ yang tanpa sepengetahuan Fay, ini ada tujuannya. Ya ampun.. Intrik buku kedua ini aku semakin suka! Terutama dengan munculnya karakter Philippe yang keras kepala dan tidak sabaran. Waktu terjadi perdebatan antara Philippe dan Andrew, seru karena yang satu dengan emosi dan yang satu sangat tenang nanggepinnya..
Dilain pihak, ternyata Kent membuntuti Fay sejak gadis itu tiba di Bandara Charles de Gaulle! Dia sangat ―sangat!― merindukan Fay. Namun apa dikata, ia dilarang untuk mendekati Fay. Itulah kenapa setahun yang lalu ia harus mencampakan Fay. Hatinya sangat hancur kalau mengingat itu. Oia, nanti Fay dapet kenalan baru. Namanya Enrique. Aku suka nama ‘Enrique’ =p  Anyway,  saat Fay jalan sama Enrique, Kent yang mengawasi dari jauh sangat jengkel dan cemburu pada cowok asing itu. Hhe.. Lucuu.. Belum lagi nanti saat sesi latihan lari Fay dan dia tersesat, Philippe memerintahkan para keponakan untuk menemukan Fay. Dan disitulah Fay mendengar dan melihat Kent untuk pertama kalinya setelah lewat satu tahun ini. Fay digambarkan girang setengah mati ―tapi dalam hati!― saat mendengar Sam ―penyelamatnya dan ternyata juga salah satu dari para sepupu― dan Kent berdebat. Rupanya selama ini Kent dan Fay menjadi topik taruhan oleh para sepupu karena tindakan pengasingan yang Kent dapat dari Andrew selama satu tahun ini. Para sepupu berspekulasi mengenai penyebab Kent mendapat perlakuan itu. Yang lucu, ada sepupu yang bertaruh bahwa Kent dan Fay diam-diam sudah bertunangan. Bahkan ada yang bertaruh bahwa mereka sudah menikah diam-diam! Wkakaka.. Aku aja sampai tertawa bacanya ;-)
Ada hal yang membuat Fay kecewa dan merasa dikhianati. Ternyata, Reno yang setahun ini sudah mengisi hatinya sebagai sosok kakak muncul di depan Fay dan bertindak sebagai mentor latihannya.  Rupanya setahun yang lalu Andrew memerintahkan Reno untuk mengawasi Fay. Yups, usut punya usut ternyata Reno adalah salah satu dari keponakan Andrew. Anak didik Andrew. Ckck.. Semua di sekitar Fay ternyata hanya sandiwara. Tapi kemarahan tidak berlangsung lama. Ada sebuah perkumpulan keluarga, jamuan makan malam resmi dimana seluruh anggota keluarga berkumpul. Lima orang paman dan enam orang keponakan. Makan malam ini digambarkan dengan sangat apik. Disini tar Reno yang jadi pegangan Fay agar ia tidak terlihat kayak orang hilang. Yang lebih menarik, saat makan malam ini hanya Fay satu-satunya cewek yang hadir. Aiiih.. Mana tar aksi para keponakan membuat kelucuan tersendiri di buku ini. Hha..
Hari berikutnya, Fay dan Kent menjalankan tugas penyamaran mereka. Mereka mendapat tugas untuk mengikuti seorang perantara bernama Scott Preston dengan nama sandi ‘Blueray’. Kali ini mereka berperan sebagai sepasang kekasih yang sedang berlibur. Ya ampun, lucuu.. Ni kesempatan mereka untuk menikmati kebersamaan secara cuma-cuma :-) Sayangnya kegiatan mata-mata ini mulai memanas. Bukan karena mereka bercinta kasih! Tapi karena Scott menawan mereka.. Yeiii… Inilah awal mulai aksi yang lebih mendebarkan lagi! Aku suka..
Seperti yang sudah ditebak, pasti misi Fay berhasil. Itulah kenapa Andrew mengizinkannya untuk pulang ke Indonesia. Fay girang setengah mati. Sayang perasaan bahagia itu tidak berlangsung lama. Saat akan Check In di bandara, Lucas, sopir yang selama ini mengawal Fay, menariknya keluar dari barisan dan membawa Fay kembali menemui Andrew. Fay bingung dan kecewa. Padahal sebentar lagi ia akan terbebas dari kota Paris ini. Tanpa diduga, Andrew menyampaikan kabar yang sangat mengejutkan. Orang tua Fay mengalami kecelakaan. Pesawat yang mereka tumpangi jatuh di Amazon dan kemungkinan besar mereka tidak selamat. Fay sedih nggak karuan. Reno pun menawarkan diri untuk mengantar Fay kembali ke Indonesia. Kini setelah kembali ke rumah, ia merasakan kehampaan yang menyesakkan. Tawaran Andrew pada Fay untuk bergabung dengan keluarga besar McGallaghan  membayangi pikiran Fay. Akhirnya ia mengambil pilihan yang berat dan menyebabkan ia menjalani suatu tes terakhir yang sangat ngeri sampai akhirnya ia mendapatkan pengakuan dan decak kagum dari para paman. Akhirnya, Fay memiliki keluarga dan nama baru, Fay Regina… McGallaghan.
Aku sungguh penasaran dengan buku ketiga. Tapi belum ada kabar kapan bakal diterbitkan nih....

Eiffel, Tolong! [novel]

  • Pengarang               :    Clio Freya
  • Genre                      :    Drama, Action
  • Tebal                       :    352 hlm ; 20 cm
  • Penerbit                   :    Gramedia
  • Harga                      :    48.000 IDR
  • Pertama terbit          :    2008
Siapa sih yang nggak bakalan melonjak-lonjak kegirangan kalau ditawari liburan musim panas di Paris tanpa orangtua selama dua minggu?
Itu juga yang dilakukan Fay Regina Wiranata–yang baru saja naik ke kelas 3 SMA–ketika orangtuanya memberitahukan bahwa dia sudah didaftarkan kursus bahasa Prancis selama dua minggu di Paris. 
Namun, setelah menginjakkan kaki di kota Paris, kegembiraan Fay berubah seketika; ia diculik oleh seorang pria yang memintanya berpura-pura menjadi seorang gadis Malaysia bernama Seena. Sejak itu, Fay menjalani kehidupan ganda selama dua minggu: kursus bahasa pada pagi hari dan latihan menjadi Seena pada sore hari.
Masalah mulai muncul ketika Fay jatuh cinta pada Kent, seorang pemuda asal Inggris yang juga keponakan si penculik. Hidup Fay juga makin runyam ketika muncul Reno, teman kursusnya yang secara terang-terangan menentang hubungannya dengan Kent. 
Seperti apa hubungan Fay dengan Kent? Apa yang terjadi saat Fay melakukan tugasnya berperan sebagai Seena? Apa sebenarnya yang diinginkan oleh penculiknya?
Review :
Oh, oh.. Ini nih, salah satu dari sedikit buku Indonesia yang aku punya. Tapi jujur, aku suka sama buku ini. Ceritanya keren. Hanya satu yang nggak aku suka, menurutku tiap halamannya terlalu padat jadi bikin capek mata dan ngerasa gemes mau balik ke halaman berikutnya. Sebenarnya, aku lebih suka buku yang spasi kalimatnya gede, bukan masalah kalau bukunya jadi tebal, asalkan aku nggak jenuh, bosan, dan capek mata setiap baca tulisannya. Tapi okelah, aku bisa kasih toleransi dan bersabar sama buku ini. Soalnya cerita Eiffel, Tolong! Ini menurutku cukup menarik. Jarang-jarang lho aku suka novel Indonesia =p Sayangnya kemarin dulu aku baca novel keduanya ―From Paris To Eternity― duluan dari pada novel pertamanya ini. Aku kan nggak tau kalo From Paris To Eternity tu ternyata buku kedua.. Hhe..
Ceritanya kurang lebih gini. Fay Regina Wiranata, remaja Jakarta kelas 2 SMA, berlibur ke Paris sendirian untuk mengikuti summer course selama 2 minggu lalu 3 hari untuk tour. Rencananya sih dia mau ke Paris karena ikut ibunya yang tugas ke sana, tapi detik terakhir ternyata tugas ibunya dipindah ke Brazil. Itulah kenapa dengan nekat Fay tetap pergi ke Paris seorang diri. Eeehh, ternyata bukanya liburan indah seperti yang ia bayangkan yang ia dapatkan, tapi petualangan yang jauh lebih seru dan berbahaya.
Fay tinggal dengan sepasang suami istri bernama Jacque dan Celine, induk semangnya selama 2 minggu ia di Paris. Hari pertama dia menjelajah Paris, ia pergi ke menara Eiffel seorang diri. Ia kemudian berjalan ke Arc de Triumph. Disinilah awal mula dari segalanya. Tiba-tiba ia diculik dan dibawa masuk ke sebuah mobil limousin hitam berkaca gelap. Ternyata Fay terjebak dalam konspirasi bisnis dan militer mengerikan yang dijalankan oleh Andrew McGallaghan, konglomerat yang mau menghalalkan segala cara demi berhasilnya bisnis yang dijalankannya. Andrew adalah pemilik perusahaan Llamar Corporation yang punya dua belas anak perusahaan termasuk Core Research Division (CRD) dan Core Operation Unit (COU) yang di struktur organisasi resmi merupakan satu unit eksperimental yang masing-masing terdiri dari tiga pegawai. Padahal kenyataannya, kedua unit ini membawahi anggota hampir tiga ribu orang yang tersebar di hampir semua negara.
Kembali ke motif kenapa Fay diculik. Ternyata karena Fay dianggap mirip sekali dengan keponakan saingan bisnisnya yang orang Malaysia, Andrew menculik Fay dan melatihnya sehingga menjadi fotokopi sang keponakan. Dua minggu yang seharusnya jadi 2 minggu terindah dalam hidup Fay berubah bersimbah air mata. Fay yang gak hobi olahraga dipaksa lari lintas alam dan push-up setiap hari. Fay yang gak pernah dandan dipaksa belajar memoles wajah dan memakai sepatu hak tinggi. Dan yang paling parah, Andrew tidak segan-segan menerapkan hukuman fisik bila Fay menolak. Jadi jadwal kesehariannya sangat padat. Pagi sampai siang ia tetap les bahasa Prancis, lalu sepulang les ia harus ke rumah Andrew untuk sesi latihannya.
Untungnya ada penglipur lara bagi Fay. Di Paris, Fay berjumpa dengan dua cowok keren yaitu Reno dan Kent. Kent adalah keponakan Andrew dan dia menjadi mentornya. Sementara Reno adalah teman les bahasanya. Meski awal hubungannya dengan Kent tergolong suram, pemuda ini malah membuatnya merasakan sekilas summer love. Fay mencintai sosok Kent. Sementara Reno yang selalu memberi perhatian dan melindunginya hanya sebatas kakak baginya. Nah, sepanjang kisah asmara tiga remaja ini, muncul satu fakta yang mengejutkan. Ternyata Reno dan Kent saling mengenal! Hew.. Hubungan yang tidak kukira, sebenarnya. Selain itu sayangnya Andrew sangat menentang hubungan antara Fay dan Kent dan ia membuat Kent selalu berjauhan dengan Fay dengan memberi pemuda itu tugas yang terus menerus. Aduh..
Akhir cerita, sangat menarik. Terutama bagaimana cara Clio Freya menutup kisah ini. Membuat kita penasaran dengan kisah selanjutnya. Ada lanjutannya loh, nama novel keduanya 'From Paris to Eternity' dan ada yang ketiganya juga. Tapi belum tahu judulnya, dan belum terbit di Gramedia.